Rabu, 16 September 2015

STKIP PGRI Ponorogo

Sejarah Singkat STKIP Ponorogo
STKIP Ponorogo pada awal berdirinya pada tanggal 17 mei 1976 adalah filial (cabang) dari IKIP PGRI Jawa Timur di Ponorogo. Pada tahun 1985 berdasarkan perubahan status di lingkungan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta ( KOPERTIS) di Wilayah VII, maka IKIP PGRI Jawa Timur di Ponorogo berubah menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP PGRI Ponorogo) yang berdiri sendiri. Dengan pasang surutnya dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo, STKIP PGRI Ponorogo pada saat ini memusatkan perhatian pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Paud dan Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2).

STAIN Ponorogo


Profil
Berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri *STAIN) Ponorogo tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, karena STAIN Ponorogo tidak lain adalah perubahan status dari salah satu Fakultas di lingkungan IAIN Sunan Ampel, yaitu Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Ampel di Ponorogo.

Senin, 26 Januari 2015

Universitas Islam Indonesia

Pada tahun 1945, sidang umum Masjoemi (Majelis Sjoero Moeslimin Indonesia) dilaksanakan. Pertemuan itu dihadiri oleh beberapa tokoh politik terkemuka masa itu termasuk diantaranya Dr. Muhammad Hatta (Wakil Presiden Pertama Indonesia), Mohammad Natsir, Mohammad Roem, dan K.H. A. Wachid Hasyim. Salah satu keputusan dari pertemuan ini adalah pembentukan Sekolah Tinggi Islam (STI) oleh tokoh-tokoh terkemuka tersebut. STI kemudian didirikan pada tanggal 8 Juli 1945 bertepatan dengan 27 Rajab 1364 H dan berkembang menjadi sebuah universitas yang disebut Universitas Islam Indonesia (UII) sejak tanggal 3 November 1947 untuk memenuhi permintaan akan sebuah pendidikan tinggi yang mengintegrasikan pengetahuan umum dengan ajaran-ajaran Islam.